Saat masih kelas 2 SD aku pernah gak sadarkan diri selama 3 hari krn tenggelam, saat itu liburan sekolah dan aku menginap dirumah nenek yg kebetulan tepat dipinggir sungai, pada malam harinya aku terbangun krn ada yg memanggil namaku, aku masih ingat suara cewek itu lembut sekali, aku ikuti arah suara itu sampai kemudian aku berada dibelakang rumah nenek yg menghadap ke sungai, tepat bbrp meter dari tempat aku berdiri ada pohon tua yg besar, aku kaget dari dalam sungai ada cahaya terang, dibawah air itu ada kota besar yg indah yg gak pernah kulihat sebelumnya, aku masih terpukau bbrp saat sampai kemudian muncul seorang cewek bersinar seperti peri yg memanggilku, aku msh ingat waktu dia bilang “shelly ayo kemari disini hidup kmu akan lebih bahagia” dan muncul sosok org” yg kusayang yg sudah meninggal tersenyum, tanpa sadar aku terjun kedalam sungai padahal aku gak bisa berenang sama sekali, saat berada didalam air hanya ada kegelapan dan sesak, apa yg kulihat sebelumnya ternyata cuma ilusi, aku berontak berusaha untuk tetap terapung tapi gagal, aku semakin tenggelam, kakiku dicengkeram seseorang yg menarikku semakin kedalam, sampai kemudian ada sosok yg masuk ke air dan aku gak ingat apa” lg, aku pikir aku mati saat itu. Aku terbangun, aku kaget melihat banyaknya orang yg mengelilingi tempatku terbaring sambil menangis, termasuk mamaku, ternyata aku sudah 3 hari gak sadarkan diri dirumah sakit, aku dipeluk mamaku erat sekali saat itu, nenek cerita 3 hari sebelumnya pada malam itu nenek dibangunkan kakek yg panik krn melihat kamarku kosong dan pintu belakang terbuka, begitu kakek mendengar dari arah sungai ada suara riak air kakek lgsg terjun dan menggapai” dalam gelap berharap itu memang aku dan ternyata benar, aku sudah pingsan saat itu. Ternyata sungai itu memang angker, apa yg kulihat bukan ilusi, dibawah sungai itu memang dunianya makhluk halus, itu pertama kalinya aku hampir mati.
Saat kelas 4 SD aku masih suka bermain dengan adikku yg masih kelas 1 SD setelah pulang sekolah, saat itu dekat rumah ada jembatan kecil disitulah tempat kami biasa bermain, kami berdua main petak umpet dan giliranku yg sembunyi, aku melihat adikku yg kebingungan mencari” tempat persembunyianku, saat asik menahan tawa aku melihat bbrp puluh meter dari tempatku berada ada Abet, teman kakak yg sudah SMP, dia memegang pistol sungguhan milik bapaknya yg polisi dan membidik adikku yg gak sadar dan masih kebingungan, aku panik aku lari kearah adikku dan kudorong dia sampai jatuh, dan sesuatu terasa seperti batu besar menghantam kepalaku sampai aku terpental jatuh, telingaku berdengung keras sekali, perasaanku kacau, aku masih bisa bangun dan sempat mengeluarkan bbrp kata memaki” Abet padahal aku gak bisa mendengar suaraku sendiri, adikku terlihat menangis keras sekali sambil menunjuk kearah kepalaku, aku baru sadar kepalaku mengeluarkan darah banyak sekali sampai” bajuku berubah warna, tetanggaku pak Agus berlari panik kearahku dan lgsg berteriak memanggil tetangga yg lain sambil menutup kepalaku dengan baju yg dilepas dari badannya, semua orang panik saat itu, aku lgsg dilarikan kerumah sakit naik motor, ditutup pun darahku gak juga berhenti, aku mulai gak sanggup membuka mata tenagaku seperti hilang, tp anehnya aku gak merasakan sakit sama sekali. Sampai kemudian aku tiba dirumah sakit dan dibawa keruang operasi, aku gak ingat apa" lg setelah itu krn aku pingsan, dan lagi” aku bangun dikelilingi banyak orang sambil menangis termasuk mamaku, juga orangtua Abet yg menangis memohon maaf sambil menyodorkan amplop berisi uang banyak yg akhirnya gak aku terima. kata dokter saat itu mukjizat aku masih hidup, karena peluru itu bersarang dikepalaku bbrp mili dari otak besar, orang yg mengalaminya terutama anak kecil pasti mati seketika tanpa merasakan sakit, tapi untungnya itu gak terjadi padaku, benar” kebesaran Tuhan.
Saat kelas 6 SD aku pernah jatuh dari lantai 3 dengan kepala tepat mendarat dilantai ubin, aku gak sadarkan diri selama 3 hari setelah kepalaku mengalami kebocoran (knp selalu 3 hari jgn tanya aku hahaha)
Saat SMA aku sering sekali berkelahi, hampir tiap hari, bukannya hobi tapi jaman”nya aku masih SMA memang keras sekali, gak menginjak kita yg bakal terinjak, penyebabnya krn senggolan, krn pelototan, krn gak trima dipalak, krn curang taruhan sepak bola, krn rokok, krn gak terima jurusan dilecehkan, krn temanku dihajar, krn masalah antar sekolah dan lain”, padahal sebenarnya kalo dipikir” sekarang bodoh sekali, namanya juga darah muda. Yg ingin kuceritakan ini setelah aku kelas 3 SMA, setelah sekian lama wara wiri berkelahi aku semakin banyak musuh, semakin banyak yg dendam, sore itu aku tengah asik nongkrong bersama teman” setelah taruhan kebut”an dipusat kota yg memang pas sekali buat arena balap motor karena jalannya berkelok”, tiba” datang dua orang berumur sekitar 30 tahunan turun dari motor sambil memegang badik dan lgsg menghujamkannya berkali" kebadanku, saat itu aku benar” gak bisa berkutik krn gak menyangka, aku lgsg jatuh sambil memegang perutku yg terasa perih sekali dan dua orang itu kabur, lalu teman”ku dan orang” yg melihat kejadian mengejar mereka (padahal saat aku diserang teman”ku kabur semuanya hehe), aku mati, begitu pikirku saat itu. Aku terbangun dirumah sakit dan lagi” dikelilingi banyak orang, termasuk teman”, dan mama yg menangis, aku bisa tahu dari ekspresi mama kalau saja kondisiku gak sekarat saat itu mama pasti memukulku. Bbrp hari kemudian orang” yg menyerangku ditangkap termasuk dalangnya, yaitu salah satu musuhku yg membayar para preman itu untuk membalas dendam. Setelah itu aku berhenti berkelahi, diludahi dimukapun aku gak akan berbuat apa”, bukannya gak berani, aku sudah janji saat itu gak akan membuat mama khawatir lagi hehe.
Senin, 06 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




1 komentar:
sudaah tauu.. :p
muach!
Posting Komentar