Senin, 06 September 2010

my first time getting tattooed

dari kecil tuh emang suka bgt sama yg namanya tattoo, bener" interest lah kalo ada sesuatu yg berhubungan sama tattoo, foto, video pasti dipelototin deh kalo ada tattoonya pdhl saat itu aku masih SD. Saat kecil itu aku suka bgt nyorat nyoret badan sendiri pake ballpoint, spidol, dan sering bgt jg dijewer sama mama krn suka bikin kotor badan sendiri, sampai" saat itu mama slalu mengikutsertakan aku disetiap perlombaan melukis (supaya bener :p) yg kala itu lg marak"nya dan alhamdulillah aku slalu dapat piala yg ada cetakan 'juara 1'nya hehe

aku jd hobi melukis tp itu gak bisa menghilangkan kebiasaanku yg suka nyorat nyoret badan sendiri krn emang sudah addicted bgt, apalg saat aku kenal sama yg namanya punk dan menjadi bagian dari mereka, wah bener".. bener" senang sekali melihat org bertattoo langsung didepan mata dan nanya" sama mereka gimana perasaannya menjadi berbeda krn tattooan, mereka asik", gak seperti yg org awam pikir yg takut atau segan kalo ada org bertattoo

singkat cerita aku putuskan untuk bikin tattoo yg bener" permanen, hati udah siap bgt malahan super excited gak sabar nunggu ditusuk" jarumnya, temenku si tattoo artist saat itu menyodorkan selembar kertas seperti formulir yg harus ditandatangani oleh ortu kita agar kelak mereka gak bisa nuntut misalnya terjadi apa" krn ada tandatangan aku dan mereka disitu , tp aku gak perlu itu krn jelaslah ortuku gak akan pernah mengijinkan meski mereka dihipnotis sekalipun hahaha

oke deal tetap dibikin, deg"an juga rasanya, soalnya kan tattoo itu seumur hidup sampai kita mati, duduk dibangku pesakitan a.k.a bangku pasien tattoo nunggu temenku nyiapin segala sesuatunya, ternyata bikin tattoo itu gak asal, persiapannya aja lama, ada standarisasinya lah, temenku : "oke shel, siap?" aku : "do it fast and good my dearest friend" ciee gaya bgt haha gak jawabanku saat itu cuman anggukan saking nervousnya, dan "nggiiiiiiingg" jarum tattoo pun menari" diatas lenganku.. oh God.. it hurts! sakit sekali rasanya, baru mulai aja rasanya sdh mau nyerah saking sakitnya haha, bukannya lebay krn itu pertama kalinya ditattoo emang pastinya sakit sekali, rasanya itu seperti disilet sedalam setengah senti, jarum trus"an menari mengikuti outline sketsa gambar yg sudah ditempel kebadan sebelumnya, sebentar" aku minta break untuk narik nafas krn gak adalah yg tahan terus"an ditusuk" gitu, akhirnya outline atau sketsa pun selesai dibikin setelah satu jam, keren bgt, tp bengkak sekali.. menonjol semua daging dibadan sehabis ditattoo dan itu perih sekali, sekarang saatnya diwarna atau di arsir, temenku ganti jarum khusus buat arsir yg satu stick itu ada sekitar 10 jarum kecil" digabung satu, temenku : "oke shel udah siap? sakit bgt loh ini soalnya jarumnya lebih banyak dan tangan kmu sudah pada bengkak, kalo lanjut bbrp minggu lg boleh" aja kok soalnya anak" yg laen biasanya gitu krn gak kuat, tp kalo mau diterusin kmu harus kuat nahan sakitnya yak" aku : "oke, aku coba, sikaaaatt" dan "nggiiiiiiiinggg" ASTAGANAGA SAKIIIIIIIT hahahahaha serius mending mati aja daripada diterusin, sampai" minta ampun segala. dan akhirnya 30% persen berhasil diwarnain setelah setengah mampus menahan sakit, gak kebayang deh betapa konyolnya ekspresi mukaku saat itu hahahaha

akhirnya seminggu kemudian saat bengkak" sdh mulai pulih aku putuskan untuk menyelesaikan tattoo, atas saran bbrp preman kenalanku yg tattooan supaya minum dulu (alkohol*) sebelum ditattoo supaya gak begitu kerasa sakitnya semakin membuatku tenang, tapi ternyata.. kalo saja pembunuhan itu dilegalkan aku sdh bunuh mereka krn ngasih saran yg menyesatkan hahaha kidding, malah lebih kerasa sakitnya apalg bengkak kemaren masih belum pulih bener, tp akhirnya.. setelah 4 jam selesai lah penderitaanku dikursi derita ditusuk" mesin derita, wuih sakitnya tp sekaligus lega, plong sudah hatiku akhirnya selesai, apa yg didamba"kan dari kecil akhirnya kesampaian wehehe

setelah 2 minggu proses tattoo menjadi koreng yg kemudian koreng itu lepas satu persatu dan menghasilkan gambar dibawah kulit akhirnya jadi jualah, gak henti"nya aku berpose konyol didepan cermin hahaha, udah ya itu aja critanya mau buka puasa dulu, bye :)

shelly j milton diary page 57 11 p.m september 22nd 2001 (i was lil bit drunk when i wrote this)

saat kecil kuslalu dikurung dalam kamarku, dirumah yg kecil dikawasan yg biasa" saja ditemani skateboard dan gitar akustik tua, kuslalu bermimpi dua benda itu akan mengubah hidupku kelak, ayahku slalu bertanya tentang nilai" jelekku dan aku slalu mengelak dan balik bertanya tentang wanita yg dikencaninya saat ibuku tak ada, waktu sangat cepat berlalu tak sadar umurku sdh 16 tahun, aku drop out dari sekolah krn kenakalanku, belum cukup masalah itu ayahku pergi dari rumah meninggalkan kami dan tak pernah kembali, aku mulai membentuk band punk rock sebagai pelampiasan hidup dan keluarga yg porak poranda, kupeluk ibuku yg menangis, kubersumpah kupasti jadikan hidup kami lebih baik

bila kupunya kesempatan kedua aku takkan merubah apapun, krn itulah yg membuatku seperti skrg ini, kuslalu bersyukur kpd Tuhan sdh diberikan hidup apapun kondisiku, setiap hari kuslalu berbohong untuk menghibur diriku sendiri "dunia ini milikku"

semakin tahun semakin berubah, teman"ku menghilang bbrp msh ttp tinggal, cita" waktu kecil tinggal kenangan dan apa yg tak sengaja kujalani tlah mengubah hidupku, apa yg prnh kuimpikan sdh kudapatkan, bermula dari hidup yg rock n roll menjadi penuh cinta dan mapan, skrg aku tau sukses seperti apa, mulailah dari melakukan apa yg kau suka dan lakukan itu dengan jujur

beberapa kejadian dimasa kecil yg hampir membuatku mati

Saat masih kelas 2 SD aku pernah gak sadarkan diri selama 3 hari krn tenggelam, saat itu liburan sekolah dan aku menginap dirumah nenek yg kebetulan tepat dipinggir sungai, pada malam harinya aku terbangun krn ada yg memanggil namaku, aku masih ingat suara cewek itu lembut sekali, aku ikuti arah suara itu sampai kemudian aku berada dibelakang rumah nenek yg menghadap ke sungai, tepat bbrp meter dari tempat aku berdiri ada pohon tua yg besar, aku kaget dari dalam sungai ada cahaya terang, dibawah air itu ada kota besar yg indah yg gak pernah kulihat sebelumnya, aku masih terpukau bbrp saat sampai kemudian muncul seorang cewek bersinar seperti peri yg memanggilku, aku msh ingat waktu dia bilang “shelly ayo kemari disini hidup kmu akan lebih bahagia” dan muncul sosok org” yg kusayang yg sudah meninggal tersenyum, tanpa sadar aku terjun kedalam sungai padahal aku gak bisa berenang sama sekali, saat berada didalam air hanya ada kegelapan dan sesak, apa yg kulihat sebelumnya ternyata cuma ilusi, aku berontak berusaha untuk tetap terapung tapi gagal, aku semakin tenggelam, kakiku dicengkeram seseorang yg menarikku semakin kedalam, sampai kemudian ada sosok yg masuk ke air dan aku gak ingat apa” lg, aku pikir aku mati saat itu. Aku terbangun, aku kaget melihat banyaknya orang yg mengelilingi tempatku terbaring sambil menangis, termasuk mamaku, ternyata aku sudah 3 hari gak sadarkan diri dirumah sakit, aku dipeluk mamaku erat sekali saat itu, nenek cerita 3 hari sebelumnya pada malam itu nenek dibangunkan kakek yg panik krn melihat kamarku kosong dan pintu belakang terbuka, begitu kakek mendengar dari arah sungai ada suara riak air kakek lgsg terjun dan menggapai” dalam gelap berharap itu memang aku dan ternyata benar, aku sudah pingsan saat itu. Ternyata sungai itu memang angker, apa yg kulihat bukan ilusi, dibawah sungai itu memang dunianya makhluk halus, itu pertama kalinya aku hampir mati.

Saat kelas 4 SD aku masih suka bermain dengan adikku yg masih kelas 1 SD setelah pulang sekolah, saat itu dekat rumah ada jembatan kecil disitulah tempat kami biasa bermain, kami berdua main petak umpet dan giliranku yg sembunyi, aku melihat adikku yg kebingungan mencari” tempat persembunyianku, saat asik menahan tawa aku melihat bbrp puluh meter dari tempatku berada ada Abet, teman kakak yg sudah SMP, dia memegang pistol sungguhan milik bapaknya yg polisi dan membidik adikku yg gak sadar dan masih kebingungan, aku panik aku lari kearah adikku dan kudorong dia sampai jatuh, dan sesuatu terasa seperti batu besar menghantam kepalaku sampai aku terpental jatuh, telingaku berdengung keras sekali, perasaanku kacau, aku masih bisa bangun dan sempat mengeluarkan bbrp kata memaki” Abet padahal aku gak bisa mendengar suaraku sendiri, adikku terlihat menangis keras sekali sambil menunjuk kearah kepalaku, aku baru sadar kepalaku mengeluarkan darah banyak sekali sampai” bajuku berubah warna, tetanggaku pak Agus berlari panik kearahku dan lgsg berteriak memanggil tetangga yg lain sambil menutup kepalaku dengan baju yg dilepas dari badannya, semua orang panik saat itu, aku lgsg dilarikan kerumah sakit naik motor, ditutup pun darahku gak juga berhenti, aku mulai gak sanggup membuka mata tenagaku seperti hilang, tp anehnya aku gak merasakan sakit sama sekali. Sampai kemudian aku tiba dirumah sakit dan dibawa keruang operasi, aku gak ingat apa" lg setelah itu krn aku pingsan, dan lagi” aku bangun dikelilingi banyak orang sambil menangis termasuk mamaku, juga orangtua Abet yg menangis memohon maaf sambil menyodorkan amplop berisi uang banyak yg akhirnya gak aku terima. kata dokter saat itu mukjizat aku masih hidup, karena peluru itu bersarang dikepalaku bbrp mili dari otak besar, orang yg mengalaminya terutama anak kecil pasti mati seketika tanpa merasakan sakit, tapi untungnya itu gak terjadi padaku, benar” kebesaran Tuhan.


Saat kelas 6 SD aku pernah jatuh dari lantai 3 dengan kepala tepat mendarat dilantai ubin, aku gak sadarkan diri selama 3 hari setelah kepalaku mengalami kebocoran (knp selalu 3 hari jgn tanya aku hahaha)

Saat SMA aku sering sekali berkelahi, hampir tiap hari, bukannya hobi tapi jaman”nya aku masih SMA memang keras sekali, gak menginjak kita yg bakal terinjak, penyebabnya krn senggolan, krn pelototan, krn gak trima dipalak, krn curang taruhan sepak bola, krn rokok, krn gak terima jurusan dilecehkan, krn temanku dihajar, krn masalah antar sekolah dan lain”, padahal sebenarnya kalo dipikir” sekarang bodoh sekali, namanya juga darah muda. Yg ingin kuceritakan ini setelah aku kelas 3 SMA, setelah sekian lama wara wiri berkelahi aku semakin banyak musuh, semakin banyak yg dendam, sore itu aku tengah asik nongkrong bersama teman” setelah taruhan kebut”an dipusat kota yg memang pas sekali buat arena balap motor karena jalannya berkelok”, tiba” datang dua orang berumur sekitar 30 tahunan turun dari motor sambil memegang badik dan lgsg menghujamkannya berkali" kebadanku, saat itu aku benar” gak bisa berkutik krn gak menyangka, aku lgsg jatuh sambil memegang perutku yg terasa perih sekali dan dua orang itu kabur, lalu teman”ku dan orang” yg melihat kejadian mengejar mereka (padahal saat aku diserang teman”ku kabur semuanya hehe), aku mati, begitu pikirku saat itu. Aku terbangun dirumah sakit dan lagi” dikelilingi banyak orang, termasuk teman”, dan mama yg menangis, aku bisa tahu dari ekspresi mama kalau saja kondisiku gak sekarat saat itu mama pasti memukulku. Bbrp hari kemudian orang” yg menyerangku ditangkap termasuk dalangnya, yaitu salah satu musuhku yg membayar para preman itu untuk membalas dendam. Setelah itu aku berhenti berkelahi, diludahi dimukapun aku gak akan berbuat apa”, bukannya gak berani, aku sudah janji saat itu gak akan membuat mama khawatir lagi hehe.
 


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com