Punk itu aku, begitu pikirku saat itu, ideologi, cara pandang, anti kemapanan apalagi mapan diatas penderitaan org lain, bukannya sok” mendramatisir hidupku yg sebenarnya berkecukupan. Saat itu aku SMP, kebetulan rumahku dekat lampu merah dimana anak” punk saat itu suka ngamen, sebenarnya mereka bukan anak” lg sudah 25taunan keatas, aku slalu nongkrong bareng mereka, bersenandung bersama, aku masih kecil sekali dibanding mereka tapi mereka memperlakukanku sama, kami senang” setiap hari, aku yg gak bisa menyanyipun akhirnya bisa menyanyi demi recehan, dikasih gak dikasih kami tetap senang, setelah terkumpul cukup kamipun kewarung membeli sebungkus nasi untuk dimakan bersama, kadang gak cukup kami memohon” sama orang warung untuk mengasihani kami dengan receh seadanya, rebutan wilayah ngamen dan berkelahi dengan pengamen lain itu sudah menjadi hal biasa, yg paling menyenangkan itu saat parade, dimana anak” punk dari segala penjuru datang dan senang” bersama, berbagi cerita, minum, bernyanyi dan moshing bersama, orang” slalu memandang risih dan menganggap kami rendah tapi kami gak pernah peduli hal semacam itu, yg penting hidup kami bebas dan senang.
Saat itu aku benar” menikmati liarnya hidup dijalanan, makan bekas makan orang, kadang nyari ditempat sampah berbaur sama pemulung, tidur ditrotoar, BAB ditaman kota dan gak cebok karna gak ada air, menghabiskan waktu menjelang pagi dengan lari telanjang bulat mengelilingi kota, kadang ada preman yg berusaha cari masalah tp dengan kata” manis dengan gaya bicara dikeren"kan hehe yg sudah dilatih sebelumnya kami bisa menghindari hal yg sia” itu, tapi kadang juga gak berhasil dan merelakan beberapa bagian muka bonyok”, benar” seru sekali saat itu. Pada masa itu setiap malam minggu anak” skate slalu begadang sampai pagi berlatih ditaman kota, aku mencoba berbaur krn tertarik saat melihat mereka berlatih trik dan membuat gerakan” dan perputaran papan skateboard yg menurutku keren sekali, aku meminjam salah satu skateboard yg nganggur dan mencoba meluncur diatasnya dan langsung terjatuh, sakit sekali rasanya, ternyata skate itu gampang dilihat susah dipraktekkan, aku coba lagi dan lagi” terjatuh, benar” gak gampang, tapi anehnya semakin penasaran. Aku bertanya berapa harga skateboard dan aku cuman bisa melongo krn mahal sekali ternyata, untuk papan skate aja saat itu dibarcode dgn harga 500ribuan belum termasuk trucks, wheels, bearings dll, untungnya ada salah satu dari mereka yg menjual second satu set dengan harga murah, aku berhasil memilikinya dengan nyicil, aku mulai berlatih keras sampai otot pahaku seakan mau lepas saking penatnya, sering bolos sekolah demi bermain skate, referensinya video cd skate yg dipinjamkan teman, sampai” vcd player rusak karna sering kurepeat atau kuslow motion untuk melihat gerakan” kaki skater saat melakukan trik, banyak suka dan duka bermain skate, krn waktu itu sarana untuk bermain skate gak ada, jadi para skater harus ngerebel, kadang kami diusir krn merusak properti dengan hentakan” wheels skateboard kami, kami pindah” spot, kadang papan patah, trucks patah, atau bearings bermasalah jadi terpaksa nganggur bermain dan cuman bisa ngiler melihat anak” lain berlatih, boro” ada yg mau meminjamkan krn mereka semua asik sendiri, aku menabung bersabar sampai bisa membeli yg baru supaya bisa bermain lg.
Saat itu ada kompetisi skate dan akupun ikut berpartisipasi sebagai pemula, alhamdulillah saat itu aku dapat peringkat satu berkat kerja keras siang malam berlatih dengan gigih sampai kemudian dihampiri sponsor, gak nyangka berawal dari hobi malah menghasilkan, dari dulu yg hanya bisa ngiler liat orang lain pakai baju bagus sekarang dapat jatah baju, celana, belt, topi dll bermerk gratis setiap bulan, digaji lagi, tapi ada syaratnya yaitu menjaga brand tersebut tetap baik dan trus berlatih berlatih dan berlatih dan mencetak prestasi berbenderakan brand tersebut. Hari demi hari temanku semakin bertambah, ada yg baik dan ada yg menjerumuskan, aku mulai serius bermusik, mengenal tattoo, mengenal drugs dan segala macam pernak pernik hidup yg negatif, tapi untungnya aku bukan tipe manusia addicted dan bisa meninggalkan itu semua.
Senin, 06 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




1 komentar:
sudaah tauu.. :p
muach!
Posting Komentar